demikianitu telah merupakan bagian dari sunnah kauniyah atas Kehendak-Nya yang qodim, sebagaimana telah diisyaratkan dalam Firman-Nya : Adam menjawab; “Aku sambut seruanmu, Ya Allah aku sambut seruanMu dan Engkau telah membahagiankan daku dengan kebahagiaan justeru kemuliaan dan ketinggianMu.”
Salahsatu nama Allah SWT dalam Asmaul Husna adalah Al Karim, berikut tulisan Arab dan artinya: الْكَرِيمُ. Arab latin: Al-Karim. Artinya: Yang Maha Pemurah. Baca juga: Surat Al Kahfi
Pujinama-nama Allah dengan Lafadz: “Ya Allah, ya Qodim, ya Sami, ya Basir, ya Mubdi, ya Kholiq, ya Hafidz, ya Nasir, ya Wakjlu, ya Allah, ya Lathif.” atau membaca Asma Allah. Kemudian membaca bacaan istighotsah “Ya Hayyu ya Qoyyum birohmatika astaghits” Baca Juga : Bacaan Kalimat Tasbih, Tahmid Lengkap dengan Penjelasannya
CintaItu Anugrah Pelihara Serta Kuasailah Cinta di Jalan Allah Menjauhkanmu Dari Segala Fitnah. Bila Kau Jatuh Cinta Ingin Memilikinya Minta Restu OrangTua Datangilah Rumahnya. 2. Gus Azmi - Ya Asyiqal Musthofa lfgksdkgsdgjsdflkgjsdflgjk. Lirik lagu Ya Asyiqal Musthofa - Gus Azmi. Anal faqiiru ilaik.. ilaika yaa Robb.. Wa Anta ‘annii
5Memuji asma Allah dengan lafadz “Ya Allah ya Qodim, ya Sami’u ya Basyir, ya Mubdi’u ya Kholiq, ya Hafidz ya Nasir ya Wakilu ya Allah, ya Lathif” 6.Kemudian bacaan istighotsah “Ya Hayyu ya Qoyyum birohmatika astaghits” Jumlah bacaan bisa bermacam-macam antara 1, 3, 7, 33, 100, atau 1000 tergantung sang pemimpin jama’ah istigotsah.
IXVAXx. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Alhamdulillahi Robbil 'AlamiinSegala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam. Puji ada 4 macam, yaitu ala Qodim pujian Allah kepada Allah sendiri sendiri. Contohnya banyak kita jumpai di Alqu'an, semisal Qs. Al Baqoroh 30 إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ“Sesungguhnya Aku lebih tau apa yang tidak kalian ketahui” ala hadits pujian Allah kepada mahluknya. Contohnya dalam ayat Qs. Al Qolam 4وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيم“Sesungguhnya engkau Muhammad benar-benar di atas budi pekerti yang luhur” ala Qodim pujian mahluk kepada Allah. Sebagai umat Islam tentunya harus sering melakukan ini. Semisal ucapan kita "Ya Allah.. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penyayang". ala hadits pujian mahluk kepada mahluk lainnya, seperti ucapan kita kepada kerabat kita "Kamu baik banget" atau semisal "Tambah cantik kamu sekarang" atau mungkin “Indah sekali pelanginya” dan sebagainya. Dan segala puji di atas hanyalah milik Allah. Qodim ala Qodim, hadits ala Qodim milik Allah karena memang jelas pujian tersebut teruntuk Allah. Qodim ala hadits, hadits ala hadits juga milik Allah karena dengan memuji suatu karya berarti memuji penciptanya. Bila kita mengatakan “Keren ni lukisan” maka hakikatnya kita memuji seniman yang telah membuat lukisan tersebut. Yang menarik di sini adalah pujian Allah kepada Nabiyyuna Muhammad SAW yang telah tersebut di atas yaitu وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمPada Ayat tersebut sangat nampak betapa Allah bersungguh-sungguh dalam memuji mahluknya yang bernama Muhammad tersebut. Dalam Ayat tersebut Allah mengukuhkan pujian dengan Inna sesungguhnya. Tidak hanya Inna, bahkan Allah menambah huruf pengukuh lain yaitu lam yang artinya “benar-benar”. Dua huruf pengukuhan dalam satu kalimat ini menunjukkan bahwa lafadl yang setelahnya disebutkan merupakan hal yang nyata adanya. Allah juga menggunakan perangkat I’rob Jer berupa ala di atas. Ini menunjukkan bahwa sesuatu dari Muhammad berada di atas di bandingkan mahluk-mahluk lain. Nah yang berada di atas apa? Yang berada di atas adalah Ahlak yang luhur. Lafadl “khuluqun” merupakan jama’ dari lafadl “ahlakun”. Maka jelas sudah betapa Allah bersungguh-sungguh memuji Nabi Muhammad SAW. Maka seyogyanya kita sebagai umat dari Nabi Muhammad yang menghamba kepada Allah memuji beliau, mencintai beliau dan meneladani beliau dalam kehidupan sehari-hari. Lihat Filsafat Selengkapnya
ya allah ya qodim